Siapa Sosok Dibalik Seragam Putih dan Ber-cap Itu??
Jika
mendengar kata “PERAWAT”, semua orang akan memiliki cara pandang berbeda dalam
memaknainya. Namun seringkali
masyarakat mengenal perawat dengan sikapnya yang kasar, menyeramkan, judes,
jutek, genit, dan sombong. Bahkan menganggap
perawat hanya sebagai pembantu
dokter, Hal ini akan merusak citra profesi seorang perawat.
Untuk
itu perlu kita ketahui!!!.......
SIAPA
SOSOK DI BALIK SERAGAM PUTIH DAN BER-CAP ITU sebenarnya???
A. Siapa itu perawat?
Perawat merupakan
tenaga profesional yang mempunyai kemampuan, tanggung jawab, dan kewenangan
dalam melaksanakan dan memberikan perawatan kepada pasien yang mengalami
masalah dengan kesehatannya. Adapun berdasarkan pendidikannya, perawat adalah
seseorang yang telah menyelesaikan pendidikan formal bidang keperawatan minimal
setara Diploma III (D3) dan Sarjana Strata 1 (S1) di dalam maupun luar negeri
yang sesuai dengan standar keperawatan dan diakui oleh Pemerintah Republik
Indonesia serta sesuai dengan pengertian perawat yang disebutkan dalam
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor HK.02.02/Menkes/148/I Tahun 2010 tentang Izin dan Penyelenggaraan Praktik
Perawat.
Perawat identik dengan
baju putih dan memakai cap, meskipun
kebanyakan instansi layanan kesehatan kini sudah tidak mewajibkan perawat
memakai cap, namun makna dari cap terus dianut oleh perawat. Cap melambangkan dedikasi, kejujuran,
kebijaksanaan, dan keyakinan yang senatiaa dijunjung tinggi oleh perawat dalam
memberikan pertolongan kepada mereka yang membutuhkan. (sumber: American
Journal of Nursing)
Perawat sering
dipandang rendah oleh sebagian khalayak, karena banyak dari mereka menganggap bahwa
perawat adalah “pembantu dokter” yang bekerja sesuai perintah dokter dan bisa
disuruh-suruh seenaknya. Anggapan tersebut jelas SALAH. Sebenarnya, perawat memainkan perannya lebih dari itu. Peran
perawat sangat dibutuhkan untuk menunjang kinerja dokter, supaya dapat
memberikan pelayanan yang tepat pada pasiennya. Sebagai salah satu tenaga
medis, perawat paling banyak berinteraksi dengan pasien. Ia menjadi barisan
terdepan dalam pemeriksaan pasien sebelum ditangani oleh dokter. Perawat
memegang kunci penting dalam memberikan informasi mengenai kondisi kesehatan
pasien kepada dokter untuk diambil langkah penanganan lebih lanjut. (Nisya
Rifiani & Hartanti Suliahandari, 2013).
B. Nilai-nilai keperawatan
Nilai-nilai keperawatan
dirumuskan oleh sebuah asosiasi keperawatan di Amerika Serikat bernama The American Association Colleges of Nursing
pada tahun 1985 pada suatu kongres. Nilai-nilai itu adalah:
a. Aesthetics (keindahan)
Nilai keindahan berhubungan dengan
kualitas objek suatu peristiwa atau kejadian, seseorang perawat memberikan
kepuasan pelayanan termasuk penghargaan, krativitas, imajinasi, sensitivitas,
dan kepedulian terhadap pasien.
b. Alturism (mengutamakan
orang lain)
Perawat berupaya memperhatikan
kesejahteraan pasien berupa komitmen, arahan, kedermawanan atau kemurahan hati,
serta ketekunan dalam melakukan keperawatan.
c. Equality (kesetaraan)
memiliki hak atau status yang sama
termasuk penerimaan dengan sikap asertif, kejujuran, harga diri, dan toleransi.
Hubungan perawat pasien tidak bisa dianologikan antara pembantu dan majikan.
d. Freedom
(kebebasan)
Memiliki kapasitas untuk memilih
kegiatan dan memiliki kebebasan dalam pengarahan diri sendiri.
e. Human Dignity (martabat
manusia)
Berhubungan dengan penghargaan yang
lekat terhadap martabat manusia sebagai individu termasuk di dalamnya
kemanusiaan, kebaikan, pertimbangan dan penghargaan penuh terhadap kepercayaan.
f. Justice
(keadilan)
Menjunjung tinggi moral dan
prinsip-prinsip legal termasuk objektivitas, moralitas, integritas, dorngan,
dan keadilan serta kewajaran.
g. Truth
(kebenaran)
Menerima kenyataan dan realita, termasuk
akuntabilitas, kejujuran, keunikan, dan reflektivitas yang rasional.
C.
Cerminan
Perawat Profesional
Seorang
perawat harus menunjukkan sikap profesional dalam menjalankan pekerjaannya. Cerminan
nilai profesional perawat dalam praktik keperawatan dikelompokkan menjadi dua
yaitu nilai intelektual dan nilai komitmen moral interpersonal, sebagai
berikut:
a.
Nilai intelektual
Nilai intelektual dalam
praktik keperawatan terdiri dari:
i)
Body
of knowledge (badan pengetahuan)
ii)
Pendidikan spesialisasi (berkelanjutan)
iii) Menggunakan
pengetahuan dalam berpikir secara kritis dan kreatif.
b.
Nilai komitmen moral
Pelayanan keperawatan
diberikan degan konsep altruistic (mengutamakan
kepentingan orang lain) dan memperhatikan kode etik keperawatan. Menurut
Beauchamp & Walters (1989) pelayanan profesional terhadap masyarakat memerlukan
integritas, komitmen moral dan tanggung jawab etik. Aspek moral yang harus
menjadi landasan perilaku perawat adalah:
1.
Beneficience
perawat selalu mengupayakan keputusan yang dibuat bedasarkan keinginan
melakukan yang terbaik dan tidak merugikan klien. (Johtsone, 1994) Fair tidak mendeskriminasikan klien
berdasarkan agama, ras, sosial budaya, keadaan ekonomi dan sebagainya, tetapi
memperlakukan klien sebagai individu yang memerlukan bantuan dengan
masing-masing keunikan yang dimiliki.
2.
Fidelity
berperilaku caring (peduli, kasih sayang, perasaan ingin membantu), selalu
berusaha menepati janji, memberikan harapan yang memadai, komitmen moral serta memperhatikan
kebutuhan spiritual klien.
D.
Kode
Etik Keperawatan
Kode
etik adalah pernyataan standar profesional yang digunakan sebagai pedoman
perilaku dan menjadi kerangka kerja untuk membuat keputusan.
Dan sebagai aturan yang
berlaku untuk seorang perawat Indonesia dalam melaksanakan tugas/fungsi perawat
adalah kode etik perawat nasional Indonesia, dimana seorang perawat selalu berpegang teguh terhadap
kode etik sehingga kejadian pelanggaran etik dapat dihindarkan.
Di Indonesia telah disusun oleh Dewan Pimpinan Pusat
Persatuan Perawat Nasional Indonesia melalui Musyawarah Nasional PPNI VIII di
Balikpapan pada tahun 2010.
1.
Perawat
dan Klien
2.
Perawat
dan Praktik
3.
Perawat
dan Masyarakat
4.
Perawat
dan Teman Sejawat
5.
Perawat
dan Profesi
Ø
Perawat dan Klien
Perawat
dalam memberikan pelayanan keperawatan menghargai harkat dan martabat manusia,
keunikan klien, dan tidak terpengaruh oleh pertimbangan kebangsaan, kesukuan,
warna kulit, umur, jenis kelamin, aliran politik dan agama yang dianut serta
kedudukan social.
Perawat
dalam memberikan pelayanan keperawatan senantiasa memelihara suasana lingkungan
yang menghormati nilai-nilai budaya, adat-istiadat dan kelangsungan hidup
beragama dari klien.
Tanggung
jawab utama perawat adalah kepada mereka yang membutuhkan asuhan keperawatan.
Perawat
wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahui sehubungan dengan tugas yang
dipercayakan kepadanya kecuali jika diperlukan oleh berwenang sesuai dengan
ketentuan hukum yang berlaku.
Ø
Perawat
dan Praktik
Perawat
memelihara dan meningkatkan kompetisi dibidang keperawatan melalui terus
menerus.
Perawat
senantiasa memelihara mutu pelayanan keperawatan yang tinggi disertai kejujuran
professional yang menerapkan pengetahuan serta keterampilan keperawatan sesuai
dengan kebutuhan klien.
Perawat
dalam membuat keputusan didasarkan pada informasi yang akurat dan
mempertimbangkan kemampuan serta kualifikasi seseorang bila melakukan
konsultasi, menerima delegasi dan memberikan delegasi kepada orang lain.
Perawat
senantiasa menjunjung tinggi nama baik profesi keperawatan dengan selalu
menunjukkan perilaku professional.
Ø
Perawat
dan Masyarakat
Perawat
mengemban tanggung jawab bersama masyarakat untuk memprakarsai dan mendukung
berbagai kegiatan dalam memenuhi kebutuhan dan kesehatan masyarakat.
Ø
Perawat dan Teman Sejawat
· Perawat
senantiasa memelihara hubungan baik dengan sesama perawat maupun dengan tenaga
kesehatan lainnya, dan dalam memelihara keserasian suasana lingkungan kerja
maupun dalam mencapai tujuan pelayanan kesehatan secara menyeluruh
·
Perawat
bertindak melindungi klien dari tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan
kesehatan secara tidak kompeten, tidak etis dan ilegal.
Ø Perawat dan Profesi
·
Perawat
mempunyai peran utama dalam menentukan standar pendidikan dan pelayanan
keperawatan serta menerapkannya dalam kegiatan pelayanan dan pendidikan
keperawatan
·
Perawat
berperan aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan profesi Keperawatan
·
Perawat
berpartisipasi aktif dalam upaya profesi untuk membangun dan memelihara kondisi
kerja yang kondusif demi terwujudnya asuhan keperawatan yang bemutu tinggi
Dari ulasan diatas telah banyak kita ketahui tentang
sosok dibalik seragam putih dan ber-cap itu. Semua kembali pada pribadi
masing-masing perawat bagaimana mereka
mengaplikasikan ilmu yang dimilikinya.
Semoga bermanfaat, dan terimakasih sudah
berkunjung ke blog ini.
MERCI~ 🙏🙏
MERCI~ 🙏🙏
Profesi perawat sangatlah mulia, jika ikhlas melaksanakan tugasnya maka syurga Allah menanti 😍
ReplyDeleteAlmamater putih putih
ReplyDeletesemoga ilmu yang kita dapatkan menjadi pengabdian kita kepada masyarakat kelak .
sukses dan semangat .
Apapun pandangan orang tentang profesi perawat,harap berlapang dada dan memakluminya.Karena setiap individu mempunyai sudut pandang yang berbeda-beda.Yang terpenting fokus pada tugas utama seorang perawat,yaitu menjadi perawat profesional dan berakhlakul karimah.Karena setiap detik taruhannya adalah nyawa
ReplyDelete